Bab 23. Deru Mesin dan Bukti Pengkhianatan. “Tapi Bagaimana cara aku pergi dari sini? Setiap langkahku selalu dihitung oleh Luca dan Rafael. Tapi, kebenaran tentang Papa harus kutemukan.” Elara/ Vania terus membatin. Sementara itu ia harus terus mengikuti Luca. Hutan pinus itu gelap dan dingin. Kabut Puncak memeluk erat, membuatnya sulit melihat lebih dari beberapa langkah di depan. Elara berlari sekuat tenaga di samping Luca, napasnya memburu, paru-parunya terasa seperti terbakar. Suara sirene dan teriakan semakin jauh, tenggelam oleh derap kaki mereka yang cepat di atas tanah basah. Luca bergerak seperti mesin yang efisien. Genggamannya di lengan Elara terasa kuat, tetapi dingin. Tidak ada kelembutan seperti Rafael dalam dirinya. “Pelankan langkahmu, Nona,” desis Luca tanpa menoleh,

