47. Bayang-Bayang Ancaman

1611 Kata

Aksara datang tanpa diundang. Apesnya, pemuda itu berhenti tepat di sebelah kebersamaan Audi dan Langit. Aksara duduk sendirian dan lagi-lagi disuguhkan pada pemandangan romantis papa dan mantan kekasih Aksara yang kini justru menjadi mama sambung Aksara. “Enggak tanggung-tanggung, Audi balas aku segininya. Dia sama Papa selalu kompak dan enggak segan tebar keromantisan di depan umum. Beda jauh ketika aku sama mama Audi, dan kami hanya bisa melakukannya sembunyi-sembunyi,” batin Aksara nyaris gigit jari karena terlalu iri. Perbedaan usia yang sangat jauh dan itu terpaut dua puluh tahunan, tak membuat Audi dan Langit kesulitan mengisi hubungan. Keduanya begitu romantis. Langit yang sangat perhatian, serta Audi yang juga tak kalah perhatian meski wanita cantik itu juga sangat manja. “Mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN