BAB 17: Peran yang Dipilih. “Wanitaku? Siapa ini? Apa mungkin pria tua itu. Pria yang sudah meninggalkan Tante Alena begitu saja. Kalau iya! Menarik.” Reza bermonolog. Reza menatap layar itu lama. Lalu senyum kecil muncul di sudut bibirnya. Ia tak berniat untuk membalas pesan tersebut. “Permainan sudah berubah arah. Susah nyemplung, ya sekalian aja aku berenang. Tapi, apa mungkin yang mengirim pesan ini pria lain?” Tak berapa lama, ponsel Reza berkedip, lalu berdenting. “Kamu sudah menyentuh Wanita yang paling aku sayang. Mamaku. Dasar b******n!” Pesan itu masih menyala di layar ponsel ketika Reza melangkah masuk ke mobil. Ia tidak langsung menyalakan mesin. Hanya duduk, menatap layar, lalu tertawa pelan. “Wow. Aku kira siapa? Cepat sekali,” gumamnya. “Hem sepertinya ada mata-mat

