BAB 18: Takut Ketahuan “Aku mau kamu jujur, Van?” Kalimat itu meluncur dari bibir Reza tepat ketika Alena hendak membuka mulut. Suaranya rendah, tenang, tidak mendesak, namun cukup untuk membuat ruangan seolah mengerut. Revan menegang. Tatapannya berpindah cepat dari wajah ibunya ke wajah Reza. Ada sesuatu yang tidak ia suka dari cara pria itu berdiri. Terlalu santai. Terlalu yakin. Seolah tahu persis ke mana arah percakapan akan berbelok. “Jujur soal apa?” Revan bertanya, nadanya tajam. Namun gerakan manik hitamnya yang gelisah tak bisa ia sangkal. “Kenapa kamu ikut campur? Kenapa juga kamu jawab pertanyaanku dengan permintaanmu?” Reza tidak langsung menjawab. Ia melirik Alena sekilas, lalu menunduk sebentar, seperti sedang memilih kata. Gestur sederhana itu membuat Alena reflek m

