Bab 16. Kissing “Apa yang kau lakukan?” pekik Alena tertahan. Bukan ciuman yang direncanakan. Bukan sentuhan penuh gairah. Hanya satu detik singkat yang terasa jauh lebih lama dari seharusnya. Namun cukup untuk membuat jantung keduanya berhenti. Alena tersentak mundur. “Tidak…” Kemudian mengusap kasar bibirnya, hanya sedikit sentuhan, tetapi Alena merasa jiwa sepinya terbakar. Kehangatan menggelora, sungguh ia hampir tak kuasa. Reza membeku. Matanya melebar. Wajahnya pucat. Meski ada niat terencana, tetapi bukan hal yang seperti itu yang ia kehendaki. Reza pun merasakan hal sama. Rasa yang aneh menjalar begitu rupa. Aliran darahnya berdesir hebat. Sempat bingung dengan diri sendiri. “Aku minta maaf.” Suaranya parau. “Aku gak sengaja.” Entah apalagi lagi akan ia katakan, tetapi Rez

