Aku Menutupi Kebohongannya

1665 Kata

Asila menatap layar ponselnya tanpa berkedip.Jarinya gemetar,napasnya tertahan.Di layar itu tampak foto Dion dan Naila.Mereka duduk berdampingan di sebuah café rooftop, lampu kota berkilau di belakang mereka. Dion condong sedikit ke arah Naila,tangannya berada di atas meja,sedang menggenggam tangan Naila. Senyum Dion,senyum yang selama ini tidak pernah Asila lihat,terpampang jelas. Hangat.Lembut.Bukan tatapan dingin yang biasa ia terima.Dadanya terasa ditekan sesuatu. “Jadi… ini wajahmu kalau bersama dia,” gumam Asila pelan.Notifikasi masuk lagi. Unknown Number: Calon suamimu terlihat bahagia ya. Asila menelan ludah.Tangannya refleks menekan layar,memperbesar foto itu. Naila mengenakan dress panjang warna krem dengan jilbab lilit yang anggun. Cantik. Rapi.Terlihat… pantas. Sangat pant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN