"Tenang.” Suara itu terdengar santai.Terlalu santai untuk situasi setegang ini.“Ini bukan bagianmu, Asila.” Asila tersentak.Namun tiba tiba pintu butik terbuka lagi dengan keras. BRAKKK !!! Ia menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Dion berdiri di ambang butik, dengan wajah penuh amarah. “Keluar,” Teriak Dion di depan Rasya, “Ini bukan tempatmu !!!.” Rasya justru melangkah maju satu langkah lagi kearah Dion “Oh, justru ini tempat yang paling tepat.” Ia menekan layar ponselnya. Dan memutarnya ke arah semua orang. Seketika, udara di dalam butik seperti membeku.Sebuah foto terpampang jelas. Dion Duduk di sebuah café rooftop mewah. Bersama seorang perempuan berjilbab krem, mengenakan dress panjang elegan. Posisi mereka terlalu dekat untuk disebut kebetulan. Lampu kota berkilau

