"KAMU GILA!!” kata kata Dion terlontar begitu mereka masuk kekamar Dion.Asila baru saja menutup pintu kamar langsung menoleh ke arah Dion.”Kamj benar benar gila!!”Beraninya kamu menyetujui kata kata Oma!!” Kamar Dion terasa terlalu dingin untuk dua orang yang sedang adu mulut karena perbedaan visi dan sudut pandang.Asila menatap Dion Tajam,Dia tidak terima atas perkataan Dion yang seolah menyalahkan atas keputusannya untuk mengikuti perkataan Oma bahwa mereka akan menikah besok.”Trus… kamu maunya apa,Tuan Dion Arkan Wijaya!!!”Dion rasanya ingin menampar Asila namun dia tidak mau menyakiti seorang wanita. “Kamu tahu nggak akibatnya?” Asila tertawa kecil. Bukan karena lucu. Tapi karena dia sudah muak dengan Dion. “Akibat?” ulangnya.“Kamu tanya akibatnya ke aku?” Dion mendekat.“Besok ki

