Jangan Dekat Dengan Pria Lain,Kamu Istri Ponsel itu masih bergetar di tangan Asila.Nama Jonathan menyala jelas di layar. Asila menelan ludah,dia menoleh ke Dion yang berdiri di samping ranjang dengan wajah dingin seperti patung.“Jawab,” kata Dion tajam. Asila menghela napas, lalu ia mengangkat telepon ragu-ragu. “H-halo?” Suara Jonathan langsung terdengar. Lembut. Hangat. Terlalu nyaman untuk jam segini. “Halo, Asila. Maaf ganggu kamu malam-malam.” “Nggak apa-apa,” jawab Asila cepat.“Ada apa, Jon?” “Oh… aku cuma mau pastiin file yang kamu kirim tadi siang. Aku lihat ada satu bagian yang bisa kita diskusiin besok.” Asila mengangguk refleks, lupa bahwa Jonathan tidak bisa melihatnya. “Oh, iya. Kalau ada yang kurang, besok aku perbaiki.” Jonathan tertawa kecil.“Kamu cepat banget a

