Aku Bukan Milik Keluargamu

1544 Kata

Asila bangun dengan perasaan yang campur aduk,dia menoleh ke sisi ranjang.Dion sudah tidak ada disana.”Kamu harus bertahan Asila,ini tidak akan lama.”Ucapan Asila menyemangati dirinya sendiri. “Kamu mau ke mana pagi-pagi begini?”suara itu datang dari arah meja makan. Asila berhenti melangkah. Tangannya masih menggenggam tas selempang sederhana berisi map cokelat dan beberapa lembar CV yang dia cetak semalaman. Mama Meli berdiri dengan tangan bersedekap,tatapannya tajam.Tidak ramah.Tidak pernah. “Mau keluar sebentar,Tante,” jawab Asila sopan. Mama Meli mengangkat alis.“Keluar buat apa?” Asila menarik napas pelan.“Mau cari kerja.” Hening sepersekian detik.Lalu tawa kecil terdengar.Sinis. “Cari kerja?”ulang Mama Meli.“Di keluarga sebesar ini,kamu masih perlu bekerja?” Asila menatapny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN