54 - Singa Yang Kehilangan Aumannya

1754 Kata

Nera berlari masuk ke dalam rumah. Belum ada tanda-tanda Bambang datang. Ia bersyukur untuk itu. “Mama! Kak Angel!” Panggilnya begitu masuk ke ruang tengah. “Ayo kita…” Langkah dan kalimat Nera terhenti. Pemandangan di ruang tengah itu sangat tidak biasa. Di sana, di depan televisi yang masih menyala, Mama dan Angel saling bertangisan dan berpelukan. Nera mendekat pelan. Mama segera merangkul kedua putrinya erat. “Ada apa, Ma?” Tanya Nera lirih. Ia menikmati pelukan hangat ini. “Ayah kalian, Nak…” Jawab Mama di sela isak tangisnya. Nera segera melepas pelukan. “Kenapa Ayah?” “Mama nonton di televisi, ayah… ayah… huhuhu…” Mama tak mampu menyelesaikan kalimatnya. Nera mengerti sekarang. Rupanya, menyaksikan kerusuhan yang terjadi di persidangan kasus yang ditangani Bambang. Tapi ini j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN