"Ada yang sengaja melonggarkan baut balkon ini." Dina yang masih terisak mulai tersadar. Ia mendongak, menatap wajah Aksa dari jarak yang sangat dekat. Hidung mereka hampir bersentuhan. Dina bisa melihat gurat-gurat amarah dan trauma di mata hitam pria itu. "Pak ... siapa yang setega itu?" tanya Dina dengan suara serak. Aksa tidak menjawab. Ia justru kembali menarik Dina ke dalam pelukannya, seolah tidak mau memberikan kesempatan pada udara luar untuk menyentuh kulit istrinya. Ia menggendong Dina dengan gaya bridal style, membawanya masuk ke dalam kamar dan menjauhkannya dari balkon terkutuk itu. "Mulai detik ini, jangan pernah keluar dari kamar tanpa izin saya," ucap Aksa tegas saat meletakkan Dina di atas ranjang king-size-nya. Dina memegang lengan Aksa, tidak membiarkan pria it

