Bab 13

1259 Kata

Sore itu, langit Jakarta dengan awan jingga kemerahan berpadu dengan ungu gelap, menciptakan pemandangan yang luar biasa indah dari lantai teratas penthouse Aksa. Namun, bagi Dina, keindahan itu terasa hambar. Setelah pertemuan dengan Clara yang menguras emosi tadi siang, atmosfer di dalam rumah terasa lebih berat dari biasanya. Dina menghela napas panjang. Ia merasa butuh udara segar untuk mengusir sisa-sisa aroma parfum mawar melati Clara yang seolah masih menempel di indra penciumannya. Gadis itu melangkah menuju balkon luas, sebuah teras menggantung yang menghadap langsung ke arah gedung-gedung pencakar langit, tempat yang menjadi kebanggaan penthouse ini. Sementara Aksa sedang mengunci diri untuk urusan bisnis yang tampak sangat mendesak setelah bertemu sang mantan. CEO itu berada d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN