Bab 12

1094 Kata

Setelah kesuksesan kencan bakso kemarin, suasana di penthouse terasa sedikit lebih ringan. Aksa tidak lagi sedingin es kutub Utara, meski tetap saja irit bicara. Hari ini, Aksa mengajak Dina makan siang di sebuah restoran fine dining di kawasan Jakarta Selatan, bukan karena benar-benar berkencan, tetapi kali ini benar-benar untuk urusan bisnis sekaligus melanjutkan rangkaian pencitraan mereka. ​Restoran itu sangat sepi, hanya ada beberapa meja yang terisi. Alunan musik klasik mengalun lembut, menciptakan suasana yang sangat kontras dengan hiruk pikuk gerobak bakso kemarin. "Restorannya mewah ya, Pak. Kayaknya bisa sampe tiduran di lantai." Mata Dina menyusuri setiap sudut ruangan yang mereka lewati. ​"Ingat, Dina. Jangan ada lelucon soal micin atau kerupuk kaleng di sini," bisik Aksa sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN