Acara ulang tahun perusahaan tadi malam berakhir dengan sukses besar, meski bagi Dina itu lebih mirip ujian nasional daripada pesta. Ia harus tersenyum sampai giginya kering, berdiri di samping Aksa yang sedingin kutub utara namun terus-menerus memegang pinggangnya dengan posesif di depan kamera. Pagi ini, rencana Aksa belum berakhir. "Kita harus pergi ke pusat perbelanjaan. Tim publikasi saya butuh foto kita sedang melakukan aktivitas normal sebagai pasangan," ucap Aksa sambil melipat koran ekonominya di meja makan. Dina yang sedang asyik mencocol kerupuk ke kuah soto instan terhenti. "Hah? Jalan-jalan? Bapak mau pamer kemesraan di mall?" "Aktivitas publik akan meredam spekulasi negatif tentang pernikahan kontrak ini. Aris sudah mengatur jadwalnya. Kita hanya punya waktu dua jam,"

