Bab 10

1150 Kata

Sore itu, suasana penthouse berubah menjadi pangkalan militer. Aris dan beberapa pria berjas hitam berjaga di setiap sudut. Sementara itu, Dina hanya bisa menunggu di kamar, menanti "penyelamatan" kedua yang dijanjikan Aksa. ​Tepat jam lima sore, Aksa kembali. Kali ini ia membawa sebuah tas kain panjang yang ia pegang sendiri. Ia masuk ke kamar Dina tanpa mengetuk pintu. ​"Ganti baju Anda. Kita berangkat dua jam lagi," ucapnya sambil meletakkan tas itu di atas ranjang. ​"Pakb... ritsletingnya di belakang ya?" tanya Dina ragu saat melihat potongan gaun itu dari balik tas. ​Aksa berhenti di depan pintu, membelakangi Dina. "Iya. Kenapa?" ​"Tangan saya ... tadi agak melepuh pas megang mangkuk panas, jadi agak kaku kalau mau narik ritsleting sendiri," bohong Dina sedikit, karena sebenarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN