Bab 33

1397 Kata

Meskipun ia masih memeluk pinggang Dina di tengah lantai dansa, alunan musik waltz di aula utama perlahan memudar di telinga Aksa. Di bawah sorotan lampu spotlight yang lembut, mereka terlihat seperti pasangan paling sempurna malam itu. Namun, insting Aksa yang memiliki radar di dunia bisnis yang kejam selama bertahun-tahun, terus berdenyut tidak nyaman. Ia menangkap tatapan Logan Adiwijaya di kejauhan yang tampak tenang, sebuah ketenangan yang biasanya menandakan badai akan segera datang. "Pak Suami, bisa pelan-pelan nggak goyangnya? Ini kaki saya rasanya udah kayak mau lepas tulangnya," bisik Dina sambil meringis, kepalanya bersandar di d**a Aksa demi keseimbangan. Aksa menunduk, menatap puncak kepala Dina yang harum wangi buble gum manis. "Tahan sebentar lagi, Dina. Setelah lagu ini s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN