BAB 39

1517 Kata

Pamungkas menatap bergantian ke arah Roro Ratri yang menangis memeluk ibunya, lalu ke arah Mandala yang sekarang berdiri bersisihan dengan Sekar. Amarah mendadak menguasainya, tanpa bertanya lebih dulu, ia berteriak dan berlari menerjang Mandala. “b******n! Kamu apakan adikku!” Belum sempat pukulannya mengenai tubuh Mehas, ia terjungkal saat kakinya ditekel oleh saudara tirinya dan membuat tubuhnya terjerembab ke tanah. “Maas, jangan. lni bukan salah diaa!” Roro Ratri berkata menunjuk Mandala. la melepaskan diri dari pelukan ibunya dan berujar dengan wajah penuh air mata di depan Pamungkas. “Bu—bukan salahnya. Ini salahku.” Sundari menghampiri, menatap bergantian ke arah orang- orang muda di sekelilingnya. Menghela napas panjang lalu berucap dengan berat hati. “Duduk kalian semua. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN