Mereka berpandangan, dengan napas berangsur normal. Mandala mengangkat tubuh Sekar dari atas pahanya saat melihat ponselnya bergetar. Ada orang yang menelepon. “Tunggu, Sahil ini,” ucapnya pada Sekar. Ia membuka layar dan menyahut. “Halo.” “Mandala, gue ada kabar baik buat lo!” Teriakan Sahil membuat Mandala mengernyit. “Ada apa?” “Lo tahu ’kan kalau lagu baru lo popular di yutub dan masuk trending?” “Iya, trus?” “Ya Ampun, bisa-bisanya lo tenang gini. Emang lo nggak seneng apa?” “Seneng-seneng. Jadi, mau lo apa telepon gue?” Terdengar helaan napas panjang dari Sahil, hening sesaat lalu laki-laki itu menyambung ucapannya. “Nama lo naik lagi, setelah apa yang terjadi pada Chelsea.” Mendengar nama Chelsea disebut, Mandala bangkit dari kursi. Memberi isyarat pada Sekar untuk melakuka

