BAB 41

1215 Kata

Mandala tertegun, saat di keluar kamar mendapati Roro Ratri menunggunya. Ia menatap adik tirinya yang terlihat kebingungan sambil menggigit bibir bawah. “Ada apa ?” tanyanya. Roro Ratri menggeleng, menilik keadaan. Saat dilihat sepi tidak ada orang, ia berujar pelan. “Kak, anu itu.” Mandala menunggu, dengan tubuh bertelekan pada pintu. Mengamati Roro Ratri yang terlihat bingung. “Bukannya kalian ke rumah Thamrin? Roro Ratri mengangguk. “Si b******k itu kabur, Orang tuanya nggak mau tanggung jawab dan entah bagaimana dengan uangku.” Suara Roro Ratri terdengar lirih, seperti hendak menangis. “Bukannya dia pegawai kelurahan?” “Iya, dan juga baru ketahuan kalau dia itu korupsi.”“s**t!” Mandala memukul kayu pintu kamarnya dan cukup menimbulkan getaran. Ia mengacak rambut gondrongnya lal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN