“Kok malam-malam datang?” tanya Sekar heran, mendapati Mandala di depan pintu rumahnya. “Kangen,” jawab Mandala meraih kepala Sekar dan mengecupnya. “Dih, gombal. Baru juga sore tadi ketemu.” “Kok kamu gitu? Emangnya aku nggak boleh kangen sama pacarku?” Sekar terkikik, merasa kalau Mandala makin lama makin manis sikapnya. Setelah mereka saling mengenal lebih dekat, ternyata Mandala jauh lebih baik dari dugaannya. “Sudah makan malam belum?” tanya Sekar saat Mandala mengenyakkan diri di kursi. Mandala mengelus punggung Sekar dan menjawab ringan. “Belum, kemari justru mau minta makan.” “Memangnya Bi Sumi nggak masak?” Mandala menggeleng. “Nggak, dia terlalu capek kerja sendirian membereskan rumah. Kasihan kalau harus masak. Makanya sekarang jarang masak.” “Kasihan,” ucap Sekar cem

