Ketiga saling berpandangan. Minten menoleh ke belakang, seakan-akan takut kalau ada yang mendengar pembicaraan mereka. “Aman di sini,” ucap Sekar menenangkan. “Iya, jadi gini. Di hari uang itu hilang, ada yang melihat seseorang masuk beberapa jam setelah tempat itu tutup.” Minten mulai bercerita. “Tapi, karena yang sosok yang dilihat adalah orang yang dikenal, makanya orang itu diam saja. Baru tadi ngornong sama aku.” Sekar berpandangan dengan Mandala. Lalu menyergah pelan.”Maksudnya apaa? Ngomong pelan-pelan.” Minten menghela napas lalu kembali bicara. “Jadi gini, kamu tahu Lek Tarmi yang tinggal di sebelah penimbangan ’kan? Nah, tadi dia ngomong sama aku pernah lihat Roro Ratri datang ke penimbangan malam-malam. Lek Tarmi merasa aneh tapi dia nggak berani tanya karena Roro Ratri mema

