BAB 37

1174 Kata

“Nggak nyangka, ya? Laki-laki setampan Mandala memilih Sekar.” “Iya, janda bapaknya sendiri.” “Tapi, Sekar memang cantik, sih.” “Tetap saja, jandaaa!” Obrolan orang-orang di depan, tembus hingga ruangantempat Pamungkas duduk. Dengung percakapan tentang Mandala dan Sekar, menjalar di seluruh desa. Bagaikan asap pekat yang menyelubungi udara dan menguarkan aroma menyesakkan. Persis seperti yang dialami oleh Pamungkas dan keluarganya. Nasib mereka berada di ujung tanduk, setelah Mandala mengancam akan menjual rumah. Ibunya yang kuatir bahkan tidak dapat memicingkan mata selama berhari-hari. Roro Ratri mengomel terus menerus dan membuatnya makin pusing. Terlebih, keadaan rumah kini berantakan karena hanya Sumi yang membersihkan. Wanita setengah baya itu, tidak dapat bekerja maksimal tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN