60. Nasihat Sahabat

2006 Kata

Sepanjang perjalanan menuju kantor, aku tak bisa berhenti tersenyum. Untung aku mengenakan masker, jadi orang lain tidak akan melihat betapa aku sudah nyaris seperti orang gila. Sayang, katanya? Haha! Jujur, ini agak menggelikan. Namun, aku sangat menyukainya. Tolong maklum. Aku adalah orang yang pengalaman romantisnya sangat minim. Tidak nol lagi, tetapi sudah minus. Bagaimana tidak minus? Sekali menjalin hubungan romantis, yang kudapat bukannya bahagia malah traumatis. Sungguh apes luar biasa! Jadi, jangan heran jika aku bisa sesenang ini hanya karena dipanggil sayang. Padahal suami sendiri, sudah hampir satu tahun pula. Agak miris, memang, tetapi tak apa. Yang penting, aku tetap bahagia mendengarnya. Setibanya di kantor, aku mengecek w******p. Sesuai dugaan, Mas Kian mengirimiku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN