“Tidak bisakah kau sedikit serius?” Sea memprotes, menatap Kaizen dengan tatapan tegas. “Aku tahu ‘akur’ seperti apa yang kamu maksud!” Kaizen langsung menelan salivanya dengan gugup. Wajahnya memerah, jelas dia tidak bisa mengelak dari tuduhan itu. “A-aku cuma… mempraktekkan apa yang k****a di novel.” Sea mengernyit, tercengang oleh jawaban yang sama sekali tidak dia duga. “Novel?” Kaizen mengangguk kecil, mengusap tengkuknya dengan canggung. “Katanya, segala masalah akan selesai… jika diatasi di ranjang.” Mata Sea membulat sempurna. Napasnya tertahan beberapa detik sebelum dia mengucapkan, “K-A-I-Z-E-N!” dengan nada kesal. Sungguh tak habis pikir, bagaimana pria dewasa seperti Kaizen bisa percaya pada teori konyol seperti itu. Dan, siapa yang menyarankan pria ini membaca Novel! Sea