"Bayarin, Ra. Gantiin uang yang dipake buat jajan Bara." Di saat hendak pulang, masih di pelataran rumah sakit. Detik di mana Bara dan orang tuanya kembali bersatu setelah dipisah karena anak kecil lebih baik tak ikut masuk ke RS, Rajen me-notice jinjingan di tangan Papi Daaron. Yang katanya, "Ini punya Bara." Jajanan. Taksi online sudah Huma pesan, tinggal tunggu datang. Dan saat itu Rajen langsung menyuruh Huma membayar belanjaan putra mereka. Huma melirik Papi Daaron. Tadi wajahnya berseri, tampak bahagia. Tapi sekarang tidak lagi, tampak terkejut. Mungkin juga ... hatinya mencelus. "Atau nggak usah," imbuh Rajen. "Pak Teguh! Pak! Ini, Pak!" Sang sopir pribadi papi pun Rajen panggil-panggil, mau dia serahkan jajanan Bara kepada beliau. Bukan mau menerimanya. "Rajen." Papi Daaron

