Turun dari taksi online, Huma masih memapah Rajen, Bara untungnya sangat pengertian. Dia tidak membuat Huma khawatir walau tak dirinya tuntun, tetap langkah Bara sejajar dengannya. Tangan kecil Bara justru yang berpegang sendiri di ujung baju Huma. Dari kejauhan, seorang pria menatap keluarga kecil itu—yang amat dikenalnya. Sudah berkali-kali melongok tiap kuda besi yang memasuki pelataran rumah sakit, demi tahu kapan Rajendra tiba. Ya, ini Papi Daaron. Bimbang, mau melangkah mendekat membantu Rajen secara langsung atau tetap di sini. Kalau mendekat, Rajen pasti menolak. Tapi lalu kenapa kalau ditolak? Yang penting, kan, aksi dan tunjukkan. Benar. "Papi bantu, Raj." Dan sesuai prediksi. "Rajen bisa jalan sendiri, Pi." Detik di mana Papi Daaron tiba-tiba ada di sisinya, lalu menjulu

