BAB 18: Aurora Berusia 5 Tahun – First Blood Pantai Utara Portugal – Musim Panas, Tahun ke-5 Pagi itu, rumah kecil di atas tebing terasa terlalu sunyi. Bagi Kaelen dan Rhea, keheningan adalah anomali. Keheningan berarti tidak ada teriakan. Tidak ada bunyi perabotan pecah. Tidak ada tawa setan kecil. Keheningan berarti bahaya tingkat tinggi. Kaelen tersentak bangun pukul 05.47. Ia langsung melompat dari ranjang, hanya mengenakan celana pendek. Ia berlari ke kamar Aurora, naluri bertahan hidupnya menjerit. Kamar itu kosong. Box bayinya—yang sudah diperkuat dengan baja—kini teronggok hancur di sudut. Jendela terbuka lebar, tirai berayun ditiup angin laut. “Rhea!!” “Dia sudah pergi sejak jam lima,” suara Rhea terdengar santai dari dapur, seolah sedang mengomentari cuaca. Kaelen memba

