Satu hari sebelumnya.... “Saya heran sama kamu, waktu itu bilangnya mau ngomong sesuatu. Terus tiba-tiba sambungan telepon terputus dan selanjutnya kamu nggak bisa dihubungi. Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?” Pada Kamis pagi, sekitar pukul delapan Hanna memang memutuskan membuka blokirannya terhadap nomor Satya. Ia langsung menghubungi pria itu dan barusan adalah respons Satya. Tidak ada sapaan. Pria itu langsung mengajukan pertanyaan yang menurut Hanna cukup wajar. Ya, wajar Satya bingung. “Juga, apa mau kamu? Saya beneran bingung,” tambah tambah Satya. “Ini tentang hubungan kita, Satya.” “Itu yang ingin saya bahas sejak satu bulan lebih yang lalu. Bukankah kita sepakat untuk melanjutkan hubungan?” “Maaf karena aku menghilang tiba-tiba. Aku dipaksa pulang dan nggak bisa mel

