BAB 37: Suap dan Tas Kulit Buaya Keesokan harinya di Wiratama Tower, kabar tentang Aryan yang makan di warung tenda mulai berhembus. Namun, bukan itu yang menjadi sorotan utama bagi Ghea. Pagi-pagi sekali, saat ia baru saja duduk di kubikelnya di lantai 12, seorang kurir datang membawa sebuah kotak besar berbungkus kertas kado perak yang sangat mewah. "Untuk Nona Ghea Aurora," ucap kurir itu. Claudia yang baru datang langsung menghampiri. "Wah, dari Papa lagi? Gila, tiap hari dapet seserahan!" Ghea membuka kotak itu dengan ragu. Di dalamnya terdapat sebuah tas tangan dari brand ternama berwarna cokelat elegan. Harganya? Ghea tahu tas itu setara dengan biaya hidupnya selama dua tahun di Jakarta. Namun, saat ia membuka kartu ucapannya, wajahnya berubah masam. “Untuk Nona Ghea yang

