Bab 35

1655 Kata

BAB 35: Rahasia di Balik Tembok Kolonial Sesuai permintaan sang kakek yang setengah menantang, keesokan harinya Ghea harus menjalankan misi "Diplomasi Sambal". Ibu Sumi sudah menyiapkan satu toples kaca besar berisi sambal ulek spesial yang aromanya bisa tercium sampai lift. "Ingat, Ghe. Jangan minder. Rumahnya boleh sebesar lapangan bola, tapi orang di dalamnya tetap butuh makan," pesan Ibu Sumi sambil merapikan kerah baju Ghea. Aryan sebenarnya ingin menemani, tapi rapat mendadak dengan investor Singapura menahannya di kantor. "Saya akan kirim supir untuk menjemputmu tepat jam empat. Kalau Papa mulai bicara aneh-aneh lagi, telepon saya." *** Rumah sang Kakek terletak di kawasan Menteng. Sebuah bangunan peninggalan era kolonial yang megah, dengan pilar-pilar putih tinggi dan halaman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN