Bab 31

1170 Kata

BAB 34: Interogasi Sang Makcomblang Pagi itu, sinar matahari masuk menembus kaca lobi Wiratama Tower dengan begitu cerah, seolah-olah semesta mendukung suasana hati Ghea yang sedang berbunga-bunga. Ghea turun dari mobil Rolls-Royce Aryan dengan langkah yang jauh lebih ringan daripada kemarin. Meskipun mereka tetap menjaga jarak profesional—Aryan berjalan tiga langkah di depan—tetap saja ada binar di mata Ghea yang tidak bisa disembunyikan. Namun, di depan lift, sesosok gadis dengan tangan bersedekap dan mata menyipit sudah menunggu. Claudia. "Pagi, Pa," sapa Claudia datar saat Aryan melewatinya. Aryan hanya mengangguk singkat, memberikan tatapan "awas-kamu-jangan-berisik" pada putrinya, lalu masuk ke lift direksi. Begitu pintu lift direksi tertutup, Claudia langsung menyergap Ghea. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN