Bab 24

1434 Kata

BAB 24: Pasir Putih dan Tamu Tak Diundang Matahari Bali menyeruak masuk melalui celah gorden vila yang lebar. Ghea mengerjapkan mata, merasakan empuknya bantal yang aromanya sangat... sangat khas pria dewasa. Ia menghirupnya sekali lagi. Wangi kayu-kayuan dan mint. "Aduh, gue nggak mau bangun kalau begini," gumamnya dengan suara serak khas bangun tidur. Ia menoleh ke arah sofa. Kosong. Selimut di sana sudah terlipat rapi. Ghea langsung terduduk, matanya mencari-cari sosok sang Hot Duda. Tak lama, ia mendengar suara gemericik air dari arah balkon. Ia mengintip dan mendapati Aryan sedang berdiri di sana, sudah rapi dengan celana pendek santai dan kaos polo putih yang melekat pas di tubuh tegapnya. "Pagi, Ghea," sapa Aryan tanpa menoleh, seolah ia punya mata di belakang kepalanya. Ghea n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN