37

1695 Kata

BAB 37: Badai di Balik Layar Kaca Pagi itu, aroma kopi dan roti bakar di penthouse mendadak terasa hambar. Ghea yang sudah merasa lebih baik duduk di bar dapur, sementara Ibu Sumi sedang sibuk menggoreng telur. Kedamaian mereka hancur saat Claudia berlari keluar dari kamarnya dengan wajah panik, memegang tablet digital. "Ghe! Papa! Gawat!" teriak Claudia. Aryan, yang baru saja keluar dengan kemeja hitam yang belum dikancingkan sempurna, mengernyit. "Ada apa, Claudia? Jangan teriak-teriak pagi begini." Claudia meletakkan tabletnya di atas meja. Di layar itu, terpampang foto besar dengan resolusi tajam: Aryan sedang menggendong Ghea yang pingsan keluar dari lobi Wiratama Tower. Judul beritanya jauh lebih provokatif: "Skandal di Puncak Menara: CEO Wiratama dan 'Anak Emas' Magang. Romans

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN