Jayden benar-benar marah, dia menyeret Zakiyah hingga akhirnya mereka sampai di apartemen. “Uncle! Sakit!” tangis Zakiyah kesakitan, Jayden mencengkram tangannya begitu kencang. Jayden seolah tak mendengar, dia mengabaikan tangisan Zakiyah sampai akhirnya mereka benar-benar sudah masuk ke apartemen. Dihempaskannya Zakiyah dengan kasar hingga gadis itu terpelating di atas sofa dengan cukup keras. “AW!” Zakiyah mengaduh merasakan bahunya terbentur sandaran sofa. Jayden berkacak pinggang di hadapannya dengan wajah penuh amarah. “Kamu, sama saja seperti wanita jalang yang lain, Kiya. Aku pikir kamu itu memang gadis polos yang belum disentuh laki-laki!” kecam Jayden kesal, dadanya bergemuruh menahan kemarahan. “Bukan urusan Uncle! Aku mau jalan sama siapapun, Uncle nggak berhak ikut cam