Bab 53. Duka Paling Dalam

1722 Kata

Kabar gerakan jari Tara bagaikan ledakan harapan di tengah kesunyian ruang ICU. Kendra tidak membuang waktu. Ia menekan tombol darurat berulang kali hingga suster dan dokter jaga berlari masuk ke ruangan. "Dok, dia bergerak! Jarinya bergerak!" seru Kendra dengan suara yang bergetar hebat antara panik dan bahagia. Dokter segera melakukan pemeriksaan refleks dan memeriksa monitor. Perlahan, kelopak mata Tara yang terasa sangat berat mulai terbuka. Pandangannya kabur, cahayanya terasa terlalu terang, namun satu sosok yang tertangkap oleh matanya adalah wajah Kendra yang sembab dan berantakan. "Ken," bisik Tara. Suaranya sangat parau, hampir hilang karena selang oksigen yang sempat terpasang, namun bagi Kendra, itu adalah suara terindah yang pernah ia dengar. Kendra langsung menggenggam ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN