Bab 46. Menyudahi Permainan Liar

1416 Kata

Malam semakin larut di ruang VIP rumah sakit. Suasana hening, hanya ditemani detak ritmis alat pemantau jantung di samping Jatmiko yang sudah terlelap tenang. Dewangga menarik sofa bed agar lebih dekat ke arah Jandita. Sebelum mereka benar-benar memejamkan mata, Dewangga merangkul Jandita dari belakang, tangannya bergerak lembut mengelus perut istrinya yang tampak sedikit lebih kencang karena rentetan makanan yang masuk tadi. "Sudah kenyang, Sayang? Nggak ada lagi yang mau dimakan?" bisik Dewangga tepat di telinga Jandita. Jandita mengangguk, menyandarkan punggungnya ke d**a bidang Dewangga yang kokoh. "Iya, Mas. Kenyang banget. Aneh ya, untungnya setelah makan sate tadi aku malah nggak mual sama sekali. Perutku rasanya nyaman sekarang." Dewangga hanya tersenyum, meski pikirannya masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN