“Matikan.” Suara Elora terdengar sangat pelan dari atas ranjang. Arnav yang sedang fokus mengetik laporan pasien di sudut kamar langsung mengangkat kepala. “Apa?” “Musiknya.” “Kenapa?” “Berisik.” Arnav melirik speaker bluetooth kecil di atas nakas. Alunan instrumen biola yang mengisi kamar rawat itu sebenarnya sudah diatur dalam volume yang sangat pelan. Namun, ia tidak berniat mendebat. “Kalau kamu nggak suka, saya matikan,” ujar Arnav lembut sembari mengangguk. “Matikan.” Detik berikutnya, pria itu menekan tombol pause. Ruangan VIP tersebut seketika kembali diselimuti kesunyian yang mencekam. Bip. Bip. Bip. Gema konstan dari monitor jantung kini kembali mendominasi atmosfer kamar. Elora memejamkan matanya rapat-rapat. Sunyi. Terlalu sunyi. Tanpa adanya distraksi dari melodi

