“Heran. Udah berapa kali gue ke sini tapi dia nggak ada terus? Dia ini ke mana dan ngapain, sih? Lama-lama gue buntutin juga nih biar tahu apa yang dia lakuin kalau weekend,” ucap Randy. Dio membalas, “Jangan-jangan dia tahu kalau lo ikut gue ke sini kalau weekend, makanya dia sengaja menghindar.” “Sial, niatnya mau berjuang tanpa mengusik … tapi kok susah?” “Stella kayaknya muak banget sama lo.” Selama beberapa saat tidak ada yang berbicara di antara mereka. Sampai kemudian Dio kembali berkata, “Jadi mau sampai kapan kita menunggu yang nggak pasti di sini?” Randy dan Dio memang duduk di warung kopi dekat rumah indekos yang Stella tempati. Tentunya mereka tak henti-hentinya memantau ke arah gerbang, siapa tahu saja Stella muncul. Entah itu baru datang atau hendak keluar. “Dia nggak j