Bab78

1321 Kata

Pagi itu ruang rapat lantai sembilan terasa pengap. Pendingin menyala, tapi udara tidak bergerak. Vira berdiri di ujung meja, punggung tegak, telunjuknya menekan layar tablet. Di sekelilingnya, tim kampanye duduk dengan bahu kaku, mata berpindah dari grafik ke wajah Vira. “Grafik ini datar karena kita terlalu halus.” Vira menggeser grafik lain. Garis merah melonjak cepat. “Ini naik karena kita berisik.” Seorang staf menelan ludah. “Bu, kita sudah di ambang masa tenang wilayah tertentu. Konten ini bisa dianggap ajakan terselubung.” Vira menyilangkan tangan. “Ajakan itu soal kata. Kita mainkan visual.” Seorang konsultan hukum mengangkat kepala. Map biru di depannya terbuka, lembar pasal diberi stabilo. “Visual juga bisa melanggar. Apalagi kalau menyasar segmen pemilih spesifik.” Vira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN