Lampu ruang analisis menyala sejak subuh. Tidak terang. Cukup untuk membuat layar-layar terlihat jelas tanpa memantulkan silau. Radit duduk di kursi yang sama sejak semalam, punggungnya lurus, mata menempel pada baris angka yang terus bergerak. Kopi dingin dibiarkan. Ia tidak menyentuhnya lagi. “Tarik ulang dari awal.” Analis di seberang mengetik cepat. Grafik berganti. Kolom tanggal menyempit. Nominal muncul berlapis. “Mulai dari rekening apa.” Radit menunjuk satu baris. “Yang ini. Kecil, tapi konsisten.” Analis menggeser tampilan. “Masuknya tiap tiga hari.” Radit mencondongkan tubuh. “Keluar ke mana.” “Ke lima dompet digital.” Radit mengetuk meja. “Buka lima-limanya.” Lima layar kecil muncul. Pola yang sama. Nominal bulat. Waktu hampir serempak. “Sinkron.” Analis mengangguk. “

