Bab 80

1167 Kata

Hujan turun sejak sore dan belum berhenti. Bandung menggelap lebih cepat, seolah kota memilih memadamkan lampu lebih awal. Felisha menutup pintu butik, memutar kunci dua kali, lalu berdiri sebentar di bawah kanopi. Air menetes dari ujung rambutnya. Ia tidak buru-buru masuk mobil. Tangannya dingin, dadanya penuh oleh sesuatu yang tidak bernama. Di Jakarta, Grari mematikan layar terakhir di ruang kerjanya. Jam menunjukkan lewat tengah malam. Gedung kantor sudah sepi. Petugas kebersihan melintas pelan, roda troli berdecit halus. Grari meraih ponsel, menimbang, lalu memasukkannya kembali ke saku. Ia berjalan ke lift, menekan tombol, menunggu pintu menutup. Felisha menyalakan mesin. Wiper bergerak, ritmenya menenangkan sekaligus melelahkan. Ia mengemudi tanpa musik. Pikirannya berputar pada p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN