Bab 77

963 Kata

Butik itu masih setengah tertutup ketika Bayu berdiri di luar, menatap pantulan dirinya di kaca. Lampu belum menyala semua. Di dalam, Felisha bergerak pelan, menyusun kain di meja potong. Pagi Bandung belum sepenuhnya bangun. Suara kendaraan datang jarang, lalu pergi. Bayu menarik napas. Tangannya terangkat, ragu, lalu mengetuk dua kali. Ketukan itu terdengar terlalu keras di ruang yang sunyi. Felisha menoleh. Wajahnya berhenti sejenak di ambang ingatan, lalu kembali netral. Ia berjalan ke pintu, membuka sedikit. “Masih pagi.” Bayu mengangguk. Matanya turun ke lantai, lalu naik lagi. “Aku tidak lama.” Felisha membuka pintu lebih lebar. Tidak ada senyum. Tidak ada dingin. Ia memberi ruang, bukan undangan. Bayu melangkah masuk. Aroma kain dan kopi yang belum diseduh menyergap. Ia menar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN