Burung-burung di taman belakang bernyanyi dengan lembut, dan sinar matahari masuk dari celah tirai ruang makan. Felisha duduk di kursinya, memotong roti gandum perlahan, sementara Grari duduk berhadapan dengannya, membaca sesuatu di ponselnya. Tidak ada ketegangan. Tidak ada pembicaraan besar. Tidak ada pertanyaan tentang percakapan semalam. Felisha bisa melihat kelelahan di wajah Grari—lingkar mata yang samar, garis rahang yang lebih kaku dari biasa—tapi ia tidak menanyakannya. Ia tidak ingin menambah beban apa pun. Dan Grari pun tidak menyebut apa pun yang terjadi antara dia dan Haris Jamil. Keduanya sama-sama memilih diam. Diam yang bukan menjauh, namun diam untuk memberi ruang. Setelah beberapa menit keheningan nyaman yang samar-samar canggung, Grari meletakkan ponsel dan berta

