Suara langkah staf berlalu-lalang di lorong, aroma kopi dan roti panggang memenuhi udara. Hari ini adalah Hari Kunjungan Sosial — acara tahunan di mana Gubernur dan Ibu Gubernur mengunjungi lembaga sosial dan sekolah binaan provinsi. Felisha duduk di meja rias kamar, mengenakan kebaya putih dengan selendang batik lembut di bahu. Di belakangnya, Ratih sibuk menata rambutnya menjadi sanggul modern yang sederhana tapi rapi. “Bu, hari ini Bapak juga ikut. Jadi akan ada banyak wartawan. Tim protokol minta Ibu dan Bapak kelihatan… mesra,” kata Ratih hati-hati, seolah sedang memberi tahu sesuatu yang sedikit memalukan. Felisha menatap pantulan dirinya di cermin. “Mesra?” Ratih menelan ludah kecil. “Maksudnya… saling pandang, jalan berdampingan, mungkin sesekali tersenyum ke arah Bapak. Sepe

