Bab 62

1238 Kata

Warna keemasan yang hangat menyapa dari langit—warna yang sama seperti pagi-pagi di masa kecil yang Felisha impikan namun tidak pernah benar-benar ia punya. Cahaya itu menembus jendela dapur, memantul di permukaan meja marmer, membuat butir-butir gula yang tertumpah di permukaan papan pemotong berkilau seperti kristal kecil. Felisha berdiri di tengah dapur, mengenakan kaus putih longgar milik Grari dan celana pendek hitam. Rambutnya ia ikat seadanya, sedikit kusut karena semalaman ia tertidur di pangkuan Grari setelah begitu banyak air mata dan begitu banyak pelukan. Sekarang, dapur itu penuh bunyi-bunyian kecil yang menenangkan: gemericik air, gesekan spatula pada wajan anti lengket, suara panci mendidih lirih. Aroma bawang putih dan mentega menyebar, memenuhi ruangan dengan kehangatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN