Koper-koper terbuka di kamar, baju-baju yang dilemparkan ke atas ranjang untuk dipilih, dan suara Felisha yang sibuk mengomel kecil pada dirinya sendiri karena tidak bisa memutuskan pakaian mana yang akan ia bawa. “Kamu mau bawa semua baju di lemari?” tanya Grari dari pintu kamar, menahan senyum. Felisha melotot sambil menahan lip gloss di bibir bawahnya. “Gimana kalau kita tiba-tiba diundang makan malam sama Dubes? Apa aku harus datang pakai kaus oblong?” Grari tertawa ringan. “Kita ke Singapura, bukan rapat kenegaraan.” “Tetap aja.” Felisha kembali memilih. “Aku harus siap.” Grari berjalan masuk dan mencuri botol lip gloss dari tangan Felisha. “Kamu cantik pakai apa aja.” Felisha langsung memerah. “G… jangan tiba-tiba manis gitu.” “Terserah.” Ia memeluknya dari belakang, wajah men

