Bandara Husein Sastranegara sore itu dipenuhi suara koper berderak, panggilan boarding, dan aroma kopi dari kedai kecil dekat gerbang keberangkatan. Udara ramai, tapi di tengah keramaian itu, Felisha dan Grari menarik perhatian sejak turun dari mobil. Felisha mengenakan trench coat krem lembut, rambut terikat rapi, wajahnya segar tanpa riasan berlebihan. Grari di sampingnya memakai kemeja hitam dan jaket denim abu-abu yang membuatnya terlihat jauh lebih muda. Keduanya berjalan berdampingan, koper kecil mereka berderak di lantai marmer. Beberapa orang mulai menoleh. Berbisik. Mengangkat ponsel. Tidak dengan nada gosip pedas—tapi dengan kekaguman yang sulit ditutupi. “Itu Pak Grari ya?” “Cantik banget istrinya… kayak artis.” “Mereka mau liburan? Ih keliatan romantis banget…” Felisha

