Felisha kembali dari Pamanukan dan sampai ke rumah dinas di malam hari. Grari tidak terlihat di tempat tidur sampai Felisha bangun, sepertinya Ia punya jadwal yang cukup padat pagi ini. Grari sempat mengecup pipinya, sebelum berangkat sambil mengusap keningnya. Kehangatan yang membuat Felisha merasa sangat dicintai. Perjalanan kemarin melelahkan, namun hatinya masih hangat oleh momen-momen kecil bersama Grari—canda, genggaman tangan, tatapan yang lebih sering bertukar daripada dulu, dan pelukan sebelum tidur yang membuatnya ingin kembali ke dadanya setiap kali mereka berpisah. Dan pagi itu Ia pergi mandi, sarapan sambil menatap halaman rumah dinas. Namun ada sesuatu yang ingin dia utarakan, Ia ingin berbagi semua kebahagiaan yang Ia rasakan. Felisha menatap ponselnya, masih jam 10 pagi

