Semua jadwal kampanye sudah selesai, semua titik kunjungan sudah dilewati, dan tim sedang sibuk memasukkan perlengkapan ke kendaraan. Tetapi pagi itu, ketika Grari duduk di tepi ranjang sambil membantu mengikat pergelangan kaki Felisha yang masih sedikit bengkak, ia mengatakan sebuah kalimat yang membuat Felisha terdiam lama. “Aku sudah atur jadwal,” katanya pelan sambil memeriksa keseimbangan perban. “Kita tidak pulang hari ini.” Felisha menatapnya, terkejut. “Lho? Kok bisa? Bukannya besok ada rapat besar?” Grari tersenyum kecil, senyum yang hangatnya pelan tapi dalam. “Sudah aku minta dipindah. Kita tambah satu hari. Hanya kita. Tidak ada kampanye. Tidak ada tamu. Tidak ada tim. Tidak ada kamera.” Felisha berkedip, nyaris tidak percaya. “Kenapa mendadak begini?” tanyanya dengan suar

